Hmm, mantan penguasa itu telah pergi. Lagu Gugur Bunga pun dikumandangkan. Lagu yg dulu apabila mendengarnya langsung menusuk ke lubuk kesadaran yg paling dalam. Aromanya adalah pengorbanan, nyawa, darah dan air mata.
Sekarang lagu itu diputar lagi dan sejujurnya kukatakan bahwa aku merasa….tidak sedih.
Namun meski begitu, tetap kuucapkan …Selamat jalan pahlawan*.
.
.
.
.
*Pahlwan bagi keluarga, kroni dan rezim nya…
2 Comments
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment



Setelah lama mengalami kebuntuan intelektual (yang sebabnya sampai saat ini masih dirahasiakan), akhirnya tulisan terbaru pun dirilis. Spesial dalam rangka kepergian sang “PAHLAWAN”
Teno memang tukang klaim, hahaha