Jejak Jejak Kesalahan…

jejak.jpg

Dialektika adalah proses yang tidak pernah berhenti. Saling terkait, saling bertentangan dan saling menguji. Tesis, anti tesis dan sintesis (yang merupakan tesis baru) bergulat untuk bertahan. Tapi kontradiksi akan terus menemukan bentuknya. Maka apa yang dianggap benar sekarang, bisa jadi esok tidak lagi menjadi benar. Kebenaran esok itu, bisa jadi di saat berikutnya jg sudah tidak bisa lg dibilang benar.
Sehingga pada suatu titik dan melihat ke belakang, kebenaran tinggal seperti jejak-jejak kesalahan…

Untuk menulis isi blog yang baru aku buat ini rasanya beratnya minta ampun, namun aku teringat ada beberapa tulisan yang pernah kutulis dulu. Tulisan-tulisan itu aku kumpulkan kembali untuk dipindahkan dalam blog ini. Namun ternyata setelah aku baca-baca lagi, apa-apa yang aku tulis bisa jadi tidak semuanya persis sesuai dengan pendapatku sekarang. Karena itu tulisan-tulisan lama itu aku kumpulkan dalam kategori Jejak Jejak Kesalahan.🙂

4 Comments

  1. Yihaaa…. akhirnya kamu ‘ada’. Kamu ‘ada’ karena kamu ‘ngeblog’. Kalau kamu gak ‘ngeblog’ maka kamu ‘gak ada’… hahaha ngasal!!

    Selamat datang di komunitas para Blogger di internet. Suatu komunitas yang katanya orang bebas ngomong, bebas ngoceh, bebas caci maki bahkan bebas memuji…

    Nah, kalau kamu bisa bikin kategori ‘jejak-jejak kesalahan’, maka harus ada juga ‘jejak-jejak kebenaran’. Suatu hal yang mungkin dulu kamu anggap benar sekarang jadi salah….

    Selamat berjuang….

  2. Ada misinterpretasi
    Dony: …… Suatu hal yang mungkin dulu kamu anggap benar sekarang jadi salah….
    Aufa: Iya justru itu yang aku anggap jejak2 kesalahan.

    Misalkan:
    Pada tahun A, kebenaran saat itu adalah: Bumi itu datar
    Pada tahun B, kebenaran saat itu adalah: Matahari mengelilingi Bumi.

    Sekarang kt udah tahu bahwa Bumi itu bulat dan mengelilingi matahari.

    Nah jika sekarang kt melihat ke belakang, kebenaran pada tahun A dan Tahun B itu,tinggal lah sebagai jejak jejak kesalahan…

  3. Oh iya benar… aku salah tangkap. thanks😀

    Berarti jejak-jejak kesalahan adalah sesuatu yang dulu kamu anggap benar, sekarang ternyata salah. Maka jadilah itu sebagai jejak-jejak kesalahan. Mungkin dengan adanya proses dialektika yang berujung pada proses tesis, antitesis sehingga timbulah sintesa menjadi sebuah pemahaman baru.

    Sehingga dengan menggunakan logika yang berlawanan maka :
    Pertanyaan aku adalah : “Apakah ada jejak-jejak kebenaran? Sesuatu yang dulu kamu anggap salah, sekarang ternyata benar!”

    Misal kamu menganggap :
    Pada tahun A kesalahan saat itu : Kamu merasa jomblo
    Pada tahun B kesalahan saat itu : Kamu merasa urakan

    Kenyataannya kamu sekarang lebih jomblo dan urakan! :))

    Wah puyenk deh….. capek!! (ketularan sama kamu ngomong capek)

  4. Wah Don, kamu udah ngomong SARA (Status, Agama, Ras dan Anatomi) ha ha ha


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s