Gadisku

miss-universe.JPEG

Kuperhatikan seorang laki-laki muda dengan gesitnya memainkan mouse sambil memperhatikan layar monitor. Sebentar dia lihat ke layar dengan seksama, sebentar kemudian dia gerakkan lagi mousenya. Sekali-kali dia mainkan kecepatan jarinya dalam menekan tombol2 keyboard. Sementara itu seorang gadis muda yang duduk di sebelahnya ikut meperhatikan layar monitor dengan seksama. Sekali-kali si gadis terlihat memberi petunjuk kepada laki-laki itu.

Keramaian orang yang berlalu lalang tidak sedikit pun mengganggu kekhusukan mereka. Soalah-olah hanya mereka berdua yang ada di situ. Si laki-laki muda terus saja memelototin gambar dengan konsentrasi tinggi. Si gadis masih mendingan, sekali-kali ia terlihat tersenyum.

Kuperhatikan gambar yang sedang diutak-atik laki-laki itu. Oh.., ternyata photo si gadis. Ya, memang disitu tempat studio photo digital yang hasilnya bisa lansung dicetak. Sebelum dicetak, photonya bisa diatur dulu seseuai permintaan pelanggan.

Dengan software photoshop yg digunakannya, laki-laki itu sibuk membersihkan noda-noda kecil yang ada di wajah si gadis. Berkali-kali dia perbesar resolusi gambar untuk mencari kalo-kalo masih ada noda, jerawat atau bintik-bintik yang tersisa. Sampai akhirnya terlihat wajah si gadis menjadi bersih dan mulus.

Dia jg mengutak-atik efek pencahayaan untuk membuat wajah si gadis menjadi lebih putih. Tetapi itu blm cukup, nilai kontras pun dipertajam. Namun sayang, rambut si gadis justru malah jadi kelihatan tidak jelas. Tapi ternyata memang itu yang diinginkan si gadis. Si gadis tidak ingin rambutnya yang keriting keliatan, sehingga perlu disamarkan.

Beberapa bagian dari wajah jg dipermak. Hidung si gadis sedikit dibuat menjadi lebih runcing. Lalu bibir ditipiskan sedikit. Alis mata pun dibuat agak tebal. Yang lebih hebat bulu mata pun bisa dibuat lebih lentik.

Melihat hasil yang diperoleh si gadis tersenyum puas. Dia tidak menyangka bahwa dirinya sekarang telah menjadi lebih cantik. Dia pasti akan sangat berterima kasih kepada laki-laki itu karena telah membuatnya pede dan bangga dengan photo wajahnya yang baru!

Tapi gadisku… Aku sedih melihatmu. Untuk apa kamu melakukan itu? Apakah supaya kamu terlihat seperti artis atau model? atau untuk diperlihatkan kepada teman-temanmu supaya teman-teman ABG-mu menyarankan kamu layak ikut pemilihan gadis sampul?

Oh gadisku….. Aku khawatir bahwa kamu telah terperangkap dalam arus industri media. Kenapa industri media? Ya, karena media terutama televisi telah menggerogoti otak di kepalamu. Sinetron, infotaimant, iklan, atau acara pemilihan bintang dan model, terus menerus menproduksi nilai-nilai dan simbol-simbol baru yang kemudian kamu konsumsi mentah-mentah.

Kamu melihat di senetron2 hampir tidak ada pemainnya yg tidak cantik. Jika pun ada pasti hanya sebagai pemeran pembantu, atau peran jadi pembantu beneran.

Kamu melihat infotaiment yang sering memunculkan artis-artis muda berbakat. Namun kamu perhatikan artis muda yg dikatakan berbakat itu tidak ada yang jelek, semua cantik-cantik. Gak peduli apakah mereka memang benar2 berbakat atau hanya sengaja dimunculkan di TV oleh orang tuanya dengan cara membayar berapa pun.

Bagitu jg ketika kamu melihat acara-acara pemilihan bintang atau idola baru. Tetap saja kamu tidak menemukan pemenang yang tidak cantik. Meskipun pada babak babak awal kamu senang karena karena ada peserta yang wajahnya biasa-biasa saja berhasil maju ke babak berikutnya, tapi kamu sendiri tahu bahwa itu gak kan berlansung lama. Dia pasti akan gugur sebelum babak akhir. Karena memang industri media menginginkan wajah yang cantik untuk jadi pemenang, yang punya nilai jual.

Kamu jg selalu perhatikan iklan-iklan di televisi dimana nyaris tidak pernah ada iklan tanpa perempuan cantik. Mulai dari iklan shampo, pasta gigi, obat nyamuk, barang elektronik, pompa air, sampai oli mobil. Kamu gak pernah pertanyakan apa sih hubungannya oli mobil dengan model cantik?

Gadisku..Tahukah kamu bahwa sinetron-sinetron itu bukan cuma tidak menayangkan realitas sebenarnya, tetapi sadar atau tidak sadar ternyata dia jg telah memaksakan ke-identik-an baru. Coba kamu lihat sinetron2 laga yang menampilkan pertarungan antar si baik dan si jahat itu. Apa memang orang yang jahat itu harus berwajah jelek? dan orang jelek itu pasti jahat? Atau sebaliknya apakah orang baik itu mesti cakep? dan orang cakep mesti baik?

Tidak kan? Tapi mereka memaksakan itu!

Gadisku… Tahukah kamu bahwa iklan-iklan itu bukan cuma menyuguhkan kecantikan dimana-dimana tapi jg melakukan standarisasi terhadap ukuran kecantikan itu sendiri. Standar ukuran kecantikan ini lah yang selalu dikampanyekan kepada masyakarat untuk kepentingan produknya.

Sekarang aku mau nanya kepada mu. Sejak kapan sih ditetapkan standar bahwa cantik itu mesti berkulit putih? Sejak kapan sih ditetapkan ukuran bahwa yang cantik itu mesti berambut lurus?

Tapi standar nilai itu mesti dibenamkan ke benakmu demi penjualan produk pemutih wajah dan shampo pelurus rambut.

Gadisku… Kamu sadar gak bahwa industri media itu terutama iklan juga telah merendahkan nilai perempuan? Coba kamu liat perempuan2 bintang iklan itu, ada gak yang ditampilkan karena prestasinya? Ada mungkin, karena dia memang penyanyi berbakat atau artis yang aktingnya diakui hebat. Tapi cuma berapa persen? Tetap saja jauh lebih banyak ditampilkan karena kecantikan wajahnya.

Kamu tidak akan menemukan perempuan menjadi bintang iklan karena dia seorang yang jenius, menghasilkan karya2 ilmiah. Kamu jg tidak akan menemukan perempuan menjadi bintang iklan karana dia seorang yang sukses berbisnis. Kamu jg tidak akan menemukan perempuan menjadi bintang iklan karena dia seorang yang aktif membangun masyarakat melalui kegiatan2 sosial. Sekali lagi, kamu tidak akan menemukan perempuan2 menjadi bintang iklan karena prestasinya!!! Mungkin ada satu atau dua iklan yang begitu, tapi selebihnya tidak. Industri media telah mencampakkan prestasi perempuan ke dalam tong sampah. Perempuan tidak bernilai apa-apa selain hanya kecantikannya. Prestasi perempuan di bidang apapun tidak mempunyai nilai jual!

Oh gadisku.. Coba perhatikan lagi iklan-iklan itu, perempuan benar2 hanya menjadi objek pajangan!

Gadisku.. kemarilah biar kuberi tahu, kenapa setiap iklan mesti dipajang perempuan cantik? Jawabannya karena memang itu sengaja dirancang untuk menggoda laki-laki. Kenapa? Karena begitulah ketimpangan yang terjadi di negaramu ini. Kepemilikan modal dan kontrol keuangan hanya dimiliki oleh kaum laki-laki. Urusan-urusan seperti rumah, apartemen, mobil, elektronik, asuransi, perbankan, dll, itu adalah urusan laki-laki. Laki-laki lah yang memiliki daya beli dan keputusan.

Karena itu kaum laki-laki lah yang perlu digoda. Kaum perempuan tidak perlu digoda karena dia dianggap tidak punya apa-apa. Perempuan itu hanya sebatas shampo, sabun, atau kecap!.

Ah.. Gadisku… Mungkin kamu senang dengan adanya Putri Indonesia, yang katanya menjadi duta bangsa sehingga perlu diikutkan dalam pemilihan Putri Sejagad. Sebagai perempuan kamu bangga karena perempuan Indonesia bisa bersaing dengan perempuan2 negara lain. Kamu terkesima dengan Putri Indonesia tersebut karena syarat untuk menjadi Putri Indonesia itu katanya mesti cerdas, punya wawasan yang luas, bisa berbahasa Inggris dan aktif dalam kegiatan sosial, jadi tidak sekedar cantik.

Kamu jangan terpedaya sayangku, itu hanya omong kosong semua. Aku bisa kok menunjukkan kepadamu ribuan perempuan lain yang jauh lebih cerdas. Aku jg bisa menunjukkan kepadamu ribuan perempuan lain yang wawasannya jauh lebih luas. Apalagi cuma menunjukkan kepadamu ribuan perempuan lain yang bahasa Inggrisnya jauh lebih jago. Malah aku jg bisa menunjukkan kepadamu ribuan perempuan lain yang lebih sungguh2 aktif membela nasih rakyat dan membangun masyarakat. Mereka2 itu yang lebih layak jadi duta bangsa! Bukan dengan mambanding-bandingkan bentuk puser mu dengan puser buatan Amerika, India atau Venezuela.!!!

Kamu juga kagum dengan model-model perempuan yang tampil di televisi. Yang ketika diwawancara mengatakan “Menjadi model tidak hanya modal wajah saja, tapi juga kepribadian dan wawasan, Saya akan terus mengukir prestasi di bidang modelling”

Aku katakan kepadamu lebih baik kamu tidak usah percaya apa yang dikatannya! Seperti apapun kepribadian dan wawasan mu, jika kamu tidak cantik tetap aja percuma. Si model itu kebetulan aja beruntung ditakdirkan berwajah cantik sehingga bisa menjadi model. Itu hanya takdir. Takdir bukan suatu prestasi yang patut dibanggakan.

Karena itu gadisku, sudah lah…. Aku memahami perasaanmu. Aku tahu bahwa kamu butuh aktualisasi diri, meskipun tata nilai masyarakat yang diciptakan industri media kebetulan tidak berpihak kepada mu. Tapi jadilah diri sendiri saja, karena menurutku kamu lebih baik dari pada Putri Indonesia itu.

19 Comments

  1. Wah, cewek-cewek kan juga dipengaruhi selera mayor laki-laki, Mas Aufa. Kalo ada cewek putih, ‘depan-belakang’ oke, pakaian seksi abis, dll pasti semua laki-laki noleh nggak pake kedip segala. Apalagi kalo kejadiannya di kantin pusat yang langka cewek, makin menjadi-jadi pasti. Media massa juga mengadopsi selera mayor tadi, jadinya cewek-cewek terkepung ditengah orientasi seksual massa-yang notabene dibentuk oleh kekuasaan selera laki-laki tadi.

    Jadi salahin laki-lakinya donk, Mas Aufa. Kan laki-lakinya yang ngedit foto si cewek di tulisannya Mas Aufa. Lagian laki-laki tuh juga yang bikin ajang Miss Universe sampe nular ke Putri Indonesia, malah juri-jurinya juga kebanyakan laki-laki. Hehehe…

    Makanya para perempuan kudeta balik aja laki-laki. Kan katanya Marx-Engels di The Origin of Family, awalnya perempuan itu kepala rumah tangga n menguasai seluk beluk produksi (bercocok tanam dll), sampe kekuasaannya direbut ama laki-laki n langgeng sampe sekarang gara-gara mitos suci adam dan hawa yang menyalahkan perempuan sebagai penyebab harus bekerjanya laki-laki banting tulang untuk mencari nafkah.

    Tapi biar gimana juga, surga kan ditelapak kaki ibu..
    Hehe..

  2. Ngomong2 soal berpakaian seksi, bagiku seh sah-sah saja sebagai bentuk esistensi dan kebebasan. Tapi persoalan menjadi berbeda ketika hal tersebut menjadi komoditas bagi industri.

    Btw benar sekali bhwa selera mayor, orientasi seksual massa, budaya, politik, bahkan interpretasi agama, hampir semunya versi laki-laki. Ini merupakan cermin dari struktur kekuasaan yang memang didominasi oleh laki-laki. Menyalahkan laki-laki saja mungkin belum cukup,perempuan sendiri jg mesti memperjuangkannya. Namun yang disayangkan justru perempuan sendiri malah ikut melestarikan ketimpangan itu.

  3. major taste emang interpretasi laki2..
    cuman kenapa juga perempuan mau nurutin?
    bodoh kalo mereka nyalahin laki2…mereka aja yang ga mampu ngelawan..
    fuckin pathetic creature called woman kalo mereka nyalahin laki2 atas perbuatan yang mereka sendiri ga mampu ngelawan..

  4. Kalo menurutku, justru perempuan melawan dan berjuang menaklukkan laki-laki. Bentuknya perlawanan mereka ya macam-macam, mulai dari berpakaian seksi sampe berjuang menempatkan diri atau menyama-nyamakan diri jadi ikon pop seperti yang mereka lihat di media komunikasi massa (tv, majalah fesyen, tabloid, dll). Pertanyaannya kan, kenapa bentuk perlawanan itu yang mereka ambil? Karena cuma itu lahan yang memungkinkan mereka berkuasa penuh. Kalo di lahan pertanian n rumah tangga kan udah direbut laki-laki sejak jaman masyarakat primitf dulu.

    Berhasil nggaknya perlawanan perempuan di jalur budaya populer itu belum bisa dinilai sekarang, tapi nanti kalau budaya populer udah betul-betul jadi pusatnya peradaban. sekarang kan tinggal nunggu waktunya aja. Dulu pertanian jadi landasan peradaban tradisonal. Sekarang industri jadi landasan peradaban modern. Sekarang masih masa peralihan, tapi orang udah nyebut post-modern, walaupun landasan peradabannya masih belum mapan di setiap masyarakat. Mungkin aja laki-laki merebut lagi peran perempuan di budaya pop, kan laki-laki makin genit kayak gejala pria metro seksual itu.

    Selama nggak ada nabi perempuan ya nggak bakalan mungkin laki-laki mengakui perempuan sebagai kepala rumah tangga dsb

  5. hwahahaha…salah sendiri ga ada yg mau jadi nabi..
    nerjemahin kitab aja itung ada berapa?
    Sinta Nuriyah pernah nafsirin Alquran”woman version”cuman ya ga jadi2(ato ga keblow-up)
    kalo woman nglawan dengan berpakaian seksi..boleh…..bakalan seger kaya’nya…
    fight with their jilbab if i may suggest……as an example..
    dengan jilbab..mereka berhak menentukan siapa yang boleh melihat paha mulus mereka…dada ranum mereka…..
    dengan jilbab..mereka berhak mempunyai bobot segede gajah ( meski butuh kain panjang ), tanpa mereka takut selulit mereka terlihat….
    woman admire their own beauty,aren’t they?
    so…act like a queen whose has right to determine whom man can see her beauty…
    bukan dengan mereka memperlihatkan semua yg menonjol di tubuh mereka…
    semakin terbuka bukannya semakin tidak menantang?
    see…..ketika pria melihat payudara yang tertutup..dia pasti ingin melihat puting….
    ketika pria melihat puting..dia ingin mengecupnya…setelah dikecup..pria ingin menggaulinya….setelah itu…finish.
    ketika anda melihat semua bagian itu tertutup…terbuka sedikit….masih banyak yang perlu pria buka…
    dan untuk itu…harusnya perempuan tau..kalo kakinya sudah menapak di atas kepala pria itu….
    it’s just an example….

  6. Wah jadi seru gini, kalo udah ngomong soal perempuan kayaknya pada berpikir keras semua,hehe.

    Dalam budaya populer perempuan memang SEOLAH2 seperti penguasa ‘panggung politik’ budaya. Tp perlu dipertanyakan apakah kehadiran perempuan disitu adalah sbg bentuk perlawanan atau justru bentuk ekploitasi? Kenapa? karena budaya pop yang lebih mementingkan citra dan simbol itu bagaimanapun adalah produk sistem kapitalisme. Kapitalisme menggunakan citra tubuh perempuan dlm industri media untuk mencari keuntungan, sehingga ke-seksi-an pun dijejalkan mengusik libido publik. Berbeda saat bulan Ramadhan, gantian jilbab yang dimunculkan. Ini membuktikan bhw dlm industri media, seksi dan jilbab bukanlah sebuah ekpresi yang merdeka, tapi hanya alat untuk cari untung.

    Perempuan silahkan saja pilih, berjlibab, seksi atau berjilbab tapi seksi:) Tapi pilihan itu benar2 diambil secara bebas. Bkn dikendalikan oleh kekuasaan & kepentingan dibelakangnya seperti dlm industri media.

    Laki-laki metro sexual? Wah laki-laki ternyata ingin jg mengambil peran dlm budaya pop, sebagai icon. Mgkn gak mau kalah dgn perempuan, mau jg dieksploitasi menjadi komuditas dlm indsutri media. he he. Hal ini secara tak lansung sebenarnya justru menunjukkan posisi perempuan yang mulai menguat.

  7. jancuk lek karo TV ga pernah percoyo aku fa…hwahah
    munak kabeh tv iku…
    jilbaban tapi kuetat..islam garis ketat wakakka

  8. dari lubuk hati yang paling dalam….pengen banget menyalahkan “sistem” (beda bahasan ya fa…) masyarakat yang menciptakan budaya patriarki, kenapa harus terbentuk budaya patriarki yang lebih banyak memarjinalkan peran perempuan di poros – poros kehidupan masyarakat. bisa jadi karena ketakutan laki – laki akan terdominasi perempuan, sehingga membuat banyak batasan untuk peran optimal perempuan di masyarakat…hehe..(ya, pengalaman pribadi di masa kerja lah…ternyata banyak cowok yang takut tereleminasi ngeliat cewek yang bisa mengalahkan kemampuan berpikirnya ya??, jadi dikerahkan seribu satu cara untuk mempersulit si cewek….repot!!)
    dan ngomong ttg exploitasi prend…meskipun sebagian besar exploitasi tsb berobjek perempuan, yang jadi ide di kepalaku adalah apakah mengurangi intensitas exploitasi tersebut (ke perempuan)- yang notabene akan sulit diwujudkan, atau menyeimbangkannya dengan menaikkan kuantitas exploitasi laki – laki…kayaknya kalo aku sih, lebih memilih yang kedua..hehehe…ternyata melihat iklan dengan model laki-laki yang..ehmmmmm…. keluar dari kolam renang dengan image perempuan yang menatap plus komentar “one pleasure is never enough”…bisa juga kok di nikmati….jadi di seimbangkan aja ya…exploitasi laki – laki…ada untungnya buat perempuan…enak juga…hahahahahahahaha……..

  9. kalo kita menyalahkan budaya partriarki n bertanya kenapa ada budaya itu..sama aja ga akan menjawab pertanyaan kenapa perempuan “diposisikan” di “situ”(ntah dimana)
    dan juga kalo kita menaikkan ekspoitasi laki2, sama aja menjawab,sah poligami asal ada poliandri.
    mosok itu yg diinginkan?
    karena akan selalu ada ketidakpuasan dari masing2 jenis kelamin akan statusnya dalam sistem budaya.
    tapi kalo itu sedikit menjawab tantangan zaman yo gpp, boleh kok laki2 diekspoitasi..kesenengen paling…..hehehe

  10. buat aku, itu cuma masalah kepercayaan diri kali ya..
    standart cantik nya cewek itu (menurutku lagi) tergantung “permintaan pasar”

    karena cowok² Endonesa “ho oh” nya kebanyakan ma cewek yang berkulit putih, mulus, bersih, mancung bla.. bla.. bla..bla..bla.. bla.. , lagi ah.. bla..bla.. bla..
    jadi ya wajar donk kita sebagai wanita yang tinggal dan mencari “pembeli” lelaki Endonesa, jadi mengiginkan diri secantik seperti “permintaan pasar”

    coba kalo cowok Endonesa “legowo” dengan keadaan wanita Endonesa yang coklat, sedikit pesek, berambut ikal,bermata hitam, dan dengan segala keuniq-an nya..
    ya kita sih cewek² Endonesa enggak bakal repot² ke salon..

  11. #Nelly
    Tapi nel, kadang2 sikap ketidak setaraan jender itu jg dianut oleh perempuan sendiri. Contoh kecil, ketika laki-laki dan perempuan bareng2 mau naik mobil, perempuan pasti langsung ambil posisi duduk di belakang.

    #Ulan
    Nah mungkin disitu problemnya Lan, bhwa perempuan lebih sering memposisikan diri untuk dipilih, bukan memilih. Posisi menjual, bukan membeli. Lebih sering digoda daripada menggoda.

    #Blek
    Jadi Blek siap ya untuk diekpoitasi? haha

    Tapi ngomong2 kenapa ya jarang dengar atau tidak ada aksi kejahatan seksual perempuan terhadap laki-laki, memperkosa laki2 misalnya???

  12. Wah, Mau Aufa ini pertanyaannya aneh juga. Perempuan itu kayaknya nggak pernah nafsu memperkosa laki-laki, Mas Aufa. 2500 tahun lalu Lao Tse udah bilang di kitab Kebenaran dan Kebajikan, kalo perempuan itu tempatnya selalu dibawah, n justru disitu kekuatannya. Kata si Lao Tse itu, yang berada dibawah itu pada hakikatnya adalah yang paling punya bakat berkuasa. Contohnya air selalu mau ke tempat yang paling bawah atau yang terendah, tapi karena sifatnya itu air bisa seluas laut dan kekuasaannya paling luas menguasai bumi. Dibandingkan api, yang lidahnya mau menuju ke atas tapi nggak sampe-sampe dan cenderung untuk segera dipadamkan kalau kekuasaannya melebar nggak karu-karuan. Makanya Lao Tse menganjurkan orang yang bakat jadi pemimpin itu terbiasa pake bahasa merendah kalo ngomong supaya bisa menguasai hati sebanyak-banyaknya orang.

    Nah, itu makanya perempuan nggak bakal mau memperkosa laki-laki, Mas Aufa, karena posisi pemerkosa kan selalu diatas, padahal bakatnya perempuan itu bakat penguasa jadi selalu mau di posisi paling bawah. Sama kayak rakyat, bakatnya berkuasa sebagai pemegang kedaulatan tertinggi tapi cenderung dibawah terus, makanya diinjak-injak terus kekuasaannya.hehehe…

  13. *ulan
    kenapa perempuan ga memilih “standar” kecantikannya sendiri?
    kenapa juga musti ngikut pasar?
    standar “ketertarikan” laki2 toh ga cuman fisik..
    kenapa perempuan ga pede bilang cantikku berasal dari otakku?cantikku berasal dari suaraku?cantikku berasal dari diemku?cantikku dari tertutupku?
    apa musti cantik berasal dari kulit,dada,paha n bokong???
    GAK

    *aufa
    sapa bilang laki2 ga pernah diperkosa?
    ketika aku ngliat spg dengan rok mini v neck rendah..
    dan aku ga bisa nyentuh ( mo bilang ga mau rasanya kok bo’ong hwehehe)…itu sama aja aku diperkosa…
    pemerkosaan kan ga cuman fisik…tapi juga mental..
    kayak di kuta..do not open your milk factory in publik..
    karena itu bikin horny!!!n si doi yg ngebuka pabriknya kan ga serta merta mau tanggung jawab kan???
    enak aja ga pernah diperkosa hehehe

  14. siapa bilang aku gak pengen perkosa laki – laki…konsumsi play boy magazine untuk perempuan (atau aku sebut dengan alygirl magazine ya…alias cosmopolitan, isinya eksploitasi laki – laki semua loh…dan keinginan memperkosa pasti ada (keinginan pemerkosaan fisik ya), masalahnya sang objek hanya sekedar gambar, mana bisa kita perkosa…hahahaha…kalo dia ada di depan mata, paling banter kita tubruk..dan kita perkosa habis….hahaha…

    * Aufa..
    Kata siapa fa, dari kecil aku selalu duduk depan, kayaknya tidak berlaku general sih..banyak juga perempuan yang sebenarnya mau duduk di depan atau mengambil posisi yang menantang bahaya, tapi kadang timbul sikap sok heroik dari laki – laki dengan alasan melindungi, kita sih enak – enak aja, di kasih enak..haha..
    plus, masalah standart kecantikan sendiri, rata2 perempuan pasti nyaman ketika banyak yang bilang kalau dia cantik atau menarik, masalahnya mata laki – laki indonesia juga terstandart dengan cantik ala barbie..nah, maunya perempuan indonesia nyaman dengan di pandang enak oleh laki – laki (gak di anggap nyeleneh ya), dia juga bersusah payak menyemakan standart dengan standart pandangan kaum laki – laki indonesia pada umumnya..jadi bener2 harus deskrontruksi basic main stream org indonesia ya…

    * Tommy..
    Mungkin secara filosofi emang gitu tom, tapi bicara vulgar, sekarang banyak banget loh posisi di atas yang menguasai timing dan permainan..haha..

    * Mas Black
    tanya aja mas, pernah merasa di perkosa nelly gak?hahahaha…

  15. nel..koen kok tambah menguasai bahan iki??hwahahahaha
    opo maneh menyangkut pemerkosaan laki2 n posisi2an..ekekeke
    aku ga tau koen perkosa nel…sayangnya hwahahahaha

  16. Assalamualaikum , jadi terharu baca tulisannya comentnya juga seru seru . Makasih mas dah nasehatin kami para kaum wanita agar bisa menerima apa adanya yg sudah di berikan Alloh SWT. Sekali lagi arigatou gozaimasu Wassalamualaikum Wr Wb

  17. di kampus ini, banyak cowok2 uzbekhistan-turkmenistan yang campuran rusia-persia-arab (silahkan bayangkan bagaimana cakepnya, huehe) yang memilih pacaran dgn cewek afrika, item kriting, wesss masih mending negro di pelm2 barat deh.

    g cuman satu dua, tp hampir seperti tren, wabah. bagi orang2 Indonesia seperti kami, itu sangatlah aneh. banyak yg bertanya2, “kok mau2nya ya pacaran sama afrika, kan item”, atau “haduuuh.. drpd sama afrika itu ya, mending dia jadi homo”, gubraks. banyak cewek2 yg menyayangkan, g terima, protes.

    setuju sama mbak ulan, rasanya standar cewek cantik itu putih cuman di Indonesia!!! *jitakin cowok2 se-Indonesia raya

    salam kenal mas aufa…

    dari pitri yg g putih, hiks😦

  18. lam knl tk semuanya dr org yg baru keluar dr kubangan lumpur. (serius nih, lumpur beneran) especially, buat pitri yg ktnya ga putih. klo mu nmbh keling, iktan ak aja, berjemur tiap hari, susur pantai, mancing d tngh laut, sskali nombak ikan ky primitif. (emg iya).Soal komentar…wah asyik bngt bt nmbah wawasan, tp ga ckp kuat tk ngubah hakikat bahwa cantik itu relatif.ga skdar putih mulus, seksi atwpn mancung,itu mah klwt tipis bro, cm birahi. n ga semua cwo indon pnya pandangan ky gitu. wkt ak kuliah dl, dosen native speakerku cuantik2 tp swear mskpun ada yg dkt bngt ma ak,terbuka…ga cm sikapnya tp lbh dr itu…blm cukup bikin ak tertarik. so berbahagialah gadis2 indon, jgn rendah diri dgn sesuatu yg dianggap sbg keterbatasan fisik. inner beauty yg kalian miliki adalah segalanya. selalu hiasi diri dgn akhlak mulia,sbg bekal tk jd bunga2 di surga…dan satu hal lg, kecantikan fisik itu cm sementara, paling lama umurnya cm 20 thnan, abs itu,kempot, peyot, atw membengkak ky gajah bunting, msh adakah yg tertarik???….. .

  19. memang kecantikan yang ada sekarang menjadi ladang subur dalam dunia televisi, namun bagi saya kecantikan yang luar biasa adalah kecantikan yang keluar dari hatinya. sejelek apapun wajah dirinya kalau hatinya penuh ketulusan dan rasa syukur tentunya ia akan lebih tampak cantik secara alami. dan bila seseorang mempunyai wajah cantik namun hatinya dan tingkah lakunya memuakkan justru kecantikan itu merupakan aib bagi dirinya.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s