SBY Pengecut!

BUZZ!!!
a_mujib5: semalem ada diskusi menarik di sctv, tentang sikap indonesia terhadap resolusi PBB kepada iran
a_mujib5: nonton?
Aufa Hadi Anshar: nah itu itu dia,aku ngantuk berat,jadi tidur cepat
Aufa Hadi Anshar: hehe
a_mujib5: hmm…
Aufa Hadi Anshar: padahal aku rencana tadi malam mau ngeblog soal nuklir itu

a_mujib5: aku baru tidur tadi jam 3
a_mujib5: hmm..
Aufa Hadi Anshar: gimana acara di tv tadi malam itu jib?
a_mujib5: dulunya mendukung penuh teknologi nuklir, sekarang ikut tanda tangan
a_mujib5: ya cukup rame, aku sih gak ngikuti penuh
a_mujib5: baru tahu setelah separo jalan
a_mujib5: disitu ada jalaludin rahmat, dino pati jalal, pengamat timteng, dan satu anggota dpr
Aufa Hadi Anshar: wah udah kebayang serunya ya
a_mujib5: dino dan pengamat sejalan, sementara kang jalal dan anggota dpr di pihak yang berseberangan
a_mujib5: komentar dubes iran untuk indonesia: kalau dilempar batu oleh musuh, lukanya di tubuh, kalo dilempar batu teman sendiri, lukanya di tubuh dan di hati…
Aufa Hadi Anshar: ya aku jg baca itu
Aufa Hadi Anshar: padahal dari dulu mereka berharap
a_mujib5: iya…
a_mujib5: sebelumnya kan ada komentar dan pandangan2 dari beberapa orang
a_mujib5: termasuk amien rais
a_mujib5: dia bilang, indonesia cuman ngekor ama gedung putih saja
Aufa Hadi Anshar: ya indonesia pengecut
Aufa Hadi Anshar: sby jendral banci
a_mujib5: kalo gusdur bilang, ya pemerintah indonesia takut sama ndoro-nya ( tuannya )
Aufa Hadi Anshar: iya
a_mujib5: tidak konsisten dan tidak punya kehormatan
a_mujib5: senada disampaikan oleh hasyim muzadi dan din syamsuddin
a_mujib5: semalem dino ngotot mbela pemerintah
a_mujib5: dia mengambil contoh orang2 yang sejalan dengan pemikiran pemerintah indonesia, seperti PM malaysia, badawi
a_mujib5: dan mencoba mewarnai pendapatnya dengan mengatakan bahwa tidak semua rakyat iran setuju dengan pemerintahannya
a_mujib5: lah ini kan bukan masalah rakyat iran setuju atau tidak, tapi masalah sikap kita dimata dunia
Aufa Hadi Anshar: ya benar jib
a_mujib5: menurutmu sendiri gimana fa?
Aufa Hadi Anshar: pemerintah sadis
a_mujib5: hmm..sadisnya?
Aufa Hadi Anshar: ya pemerintah gak usah bertele2 lah membela diri dengan perdebatan2 tetek bengek nuklir itu
Aufa Hadi Anshar: kita kan semua paham, agenda politik apa dibalik ini semua
a_mujib5: iya…
a_mujib5: perusahaan2 raksasa sekutu sudah mulai siap2 bagi2 “kue iran”
Aufa Hadi Anshar: ya
Aufa Hadi Anshar: pemeritah pura2 buta, tragedi di Irak yang demikian mengerikan itu gak ngaruh apa2 bagi pemerintah
a_mujib5: bukan buta, sengaja tutup mata
Aufa Hadi Anshar: ya, karena memang penakut
Aufa Hadi Anshar: SBY jendral banci
a_mujib5: apa sby itu diintimidasi ya?
Aufa Hadi Anshar: ya aku pikir gak ada alasan kok
a_mujib5: trus takut
Aufa Hadi Anshar: padahal tuduhan soal senjata nuklir iran itu jg gak benar kok
Aufa Hadi Anshar: Tempo Interaktif
Aufa Hadi Anshar: jd iran mengembangkan nuklir bukan untuk senjata
Aufa Hadi Anshar: padahal dulu waktu nyerang Irak alasannya Irak mengembangkan senjata pemusnah massal
a_mujib5: apapun alasan yang dipake iran, tetap tidak masuk akal bagi barat, selama mereka tidak mau tunduk pada kehendak barat
Aufa Hadi Anshar: Ya Jib. Sekarang Irak benar2 hancur2 sehancur2nya. Tragedi sangat mengerikan
a_mujib5: iya, tanpa masa depan
Aufa Hadi Anshar: sedangkan isu senjata pemusnah massal irak itu tidak terbukti dan bush sendiri jg sudah mengakui
a_mujib5: benar
a_mujib5: mereka kan cuman ngincer minyaknya
Aufa Hadi Anshar: Yoi
Aufa Hadi Anshar: Dan pemeritnah indo benar2 bikin malu
a_mujib5: iya…
a_mujib5: pasti ahmadinejad kecewa berat nih
Aufa Hadi Anshar: iya
Aufa Hadi Anshar: Padahal apa sih akibatnya kalo indonesia menolak atau minimal abstain ?
a_mujib5: si dino/ pengamat timteng itu kemarin bilang, kita juga harus melindungi kepentingan politik kita, jangan sampai hanya karena membela iran, trus kita jadi korban..
Aufa Hadi Anshar: kepentingan politik apa?
a_mujib5: ya entah, kepentingan politik apa yang sedang dimainkan
a_mujib5: didebat, jawabnya muter2 jaa
a_mujib5: muter2 aja
Aufa Hadi Anshar: jika pun ada kepentingan politik kita, tapi itu sampai mengorbankan solidaritas kemanusiaan
Aufa Hadi Anshar: gak punya harga diri
a_mujib5: iya, memalukan
a_mujib5 is using an older version of Yahoo! Messenger and certain features may be unavailable. Click here to invite a_mujib5 to upgrade.

Aufa Hadi Anshar: Aku barusan liat liputan6.com streaming
a_mujib5: oh…
a_mujib5: gimana2 fa, aku ga bisa liat dari sini
Aufa Hadi Anshar: sby bilang ketegangan semakin memuncak di Iran, jadi itu yang mesti kita cegah
Aufa Hadi Anshar: kontradiktif kan?
Aufa Hadi Anshar: Apabila benar2 sampai terjadi perang, ya SBY mesti ikut bertanggung jawab
a_mujib5: benar fa..
a_mujib5: logikanya gimana orang itu
a_mujib5: gak jalan apa
Aufa Hadi Anshar: iya
a_mujib5: atau lupa
Aufa Hadi Anshar: lupa ingatan
Aufa Hadi Anshar: gila
Aufa Hadi Anshar: mending masuk rumah sakit jiwa aja
a_mujib5: hahaha..
a_mujib5: lah gila kok jadi presiden, berarti yang milih juga gila
Aufa Hadi Anshar: hahaha
a_mujib5: kamu kemaren milih sby jadi presiden kan?
Aufa Hadi Anshar: hahaha, mendingan aku deh yang masuk rumah sakit jiwa kalo aku milih SBY
a_mujib5: kalo iya, dan sampai terjadi perang, berarti aufa hadi anshar IKUT bertanggung jawab terjadinya perang itu
Aufa Hadi Anshar: hahaha
a_mujib5: kalo gak milihk, juga ikut bertanggung jawab, wong udah karuan gak bener kok diam saja, apa artinya jadi orang baik tapi diam saja?
Aufa Hadi Anshar: aku gak diam kok, aku tusukin semua gambar calon sampai kertas suara sobek2
a_mujib5:
Aufa Hadi Anshar: hahaha
Aufa Hadi Anshar: ya lumyan puas lah, nusuk gambar2 orang2 itu dengan segenap emosi yang dilampiaskan
Aufa Hadi Anshar: hahaha
a_mujib5: salahmu juga adalah, kenapa kok sampai tidak memiliki kekuatan untuk sekadar “bisa didengar” oleh orang2 bahwa ada ketidakberesan yang musti ditangani bersama
Aufa Hadi Anshar: hahaha, salah mu gak mau dengar, aku kan udah bilang dari dulu
Aufa Hadi Anshar: hahaha
a_mujib5: jadi kalo diurut-urut, ini semua salahmu, fa.. kenapa mau jadi orang kecil dan tidak berdaya? kenapa milih menjadi cuman sekadar agama rakyat? kenapa tidak milih jadi agama penguasa yang bisa memiliki pengaruh?salahmu kenapa masih saja “jumud”, mandheg dan tak bisa menembus status sosial ?
Aufa Hadi Anshar: hahaha
a_mujib5: ini salahmu fa
a_mujib5: bukan salah siapa2
a_mujib5: ini akibat dari kebodohan yang sempurna
Aufa Hadi Anshar: hahaha
a_mujib5: ini………@#@#@$@#^#$#….
a_mujib5: udah ah……
a_mujib5: hehehe

23 Comments

  1. ada yang kurang, 3 baris..

    a_mujib5: kamu, yang dulu sekolah/kuliah milih yang negeri, yang bayar murah, artinya, pake uang rakyat, uang pajak, eh..sekarang masih saja jadi rakyat yang tak berdaya.
    a_mujib5: rakyat berharap kepadamu, fa, untuk, pada suatu saat, dapat mengangkat mereka, keluarga mereka, anak-anak mereka, untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik, lebih bermartabat, melalui orang-orang muda sepertimu, melalui kebulatan tekadmu, melalui TANGANMU, fa!!
    a_mujib5:tapi kenapa..?masih banyak orang2 sepertimu, seperti aku, dan lain-lain ….berkeliaran…

  2. Ya mbah Mujib, sy dengarkan petuah nya mbah:)

    Tapi tolong ya mbah, sampaikan ke Ahmadinejad teman mbah itu bhw dia keliru besar telah berharap kpd pemimpin2 Indonesia. Dulu memang mereka mendukung, tapi itu cuma basa-basi kok. Gak mungkin lah SBY dan pejabat2 Indonesia itu akan berdiri tegak katakan TIDAK kepada negara2 new imprealis itu.

    Tolong ingatin Ahmadinejad supaya jangan salah menilai mbah, SBY dan pejabat2 Indonesia itu gak mungkin lah siap merapatkan barisan memperjuangkan tatanan dunia yang adil bebas dari segala bentuk penindasan. Gak nyampai pikiran mereka ke sana mbah. Gak bisa disamakan dg kawan2 Ahmadinejad di Amerika Latin sana.

    Pikiran pejabat2 itu cuma bagaimana menghabisin duit rakyat. Bagaimana caranya bagi-bagi proyek. Cuma sebatas itu kok yg ada dalam pikiran mereka. Hampir sama semua mbah termasuk di daerah saya. Coba deh saranin Ahmadinejad sekali2 buka kaskus http://www.kaskus.us/showthread.php?t=493517.

    Selain itu pejabat itu sibuknya cuma pikirin bagaimana memenangkan pemilu berikutnya, sibuk membangun citra disana sini. Mereka cuma para pesolek mbah..

    Jadi mbah, Ahmadinjed dan rakyat Iran gak usah berharap deh dengan pemerintah Indonesia, wong bagi rakyat Indonesia sendiri aja mereka ga bs diharapin kok.

    OK Mbah Mujib? Jangan lupa pesan saya ya…

  3. sby iku asu!!!
    A S U !!! aka ANJING aka KIRIK aka SEGAWON aka CICING aka BASONG

    wis ga usah percoyo pemerintah jeh..
    untung nglamar kerjoan itu butuh KTP..kalo ga butuh wis tak bakar dari dulu KTPku…

  4. Pada awalnya, aku kecewa juga dengan sikap pemerintah….

    Tapi lebih kecewa lagi dengan sikap Ahmadinedjad dan pemerintah Iran. Semakin lama aku semakin ragu akan kejujuran dan ketulusan mereka terkait dengan masalah nuklir…..

    Kalau ada pilihan yang sama-sama sulit, Lebih baik berteman dengan orang jahat tapi jelas-jelas jujur, dari pada berteman dengan orang yang gak ketahuan dan gak jelas baik atau jahat dan jujur atau enggak.

    Jadi untuk kasus nuklir Iran ini aku mendukung penuh sikap pemerintah…..

    Benar atau salah itu urusan lain, waktu yang akan menjawab, yang penting sudah mengambil keputusan. Dan aku pikir keputusan pemerintah yang diambil adalah yang paling logis….

  5. *Yandha
    Ngamuk2 terus ae iki,he he he

    *Gogon Surogon Mariogon
    Ya sayangnya aku sampai sekarang blm mendapatkan alasan logis dari pemerintah terhadap sikapnya tersebut, dimana alasan logis itu bisa mengesampingkan rasa solidaritas, harga diri, apalagi perlawanan terhadap new imprealisme.

    Dan menurutku, benar atau salah bukan ‘urusan lain’, dimana waktu yang akan menjawab. Karena ini adalah soal sikap terhadap nilai-nilai. Berbeda kalo kita bicara strategi atau langkah taktis, bisa dibuktikan benar atau salah kemudian. Tetapi siikap terhadap nilai-nilai tidak membutuhkan waktu untuk menjawab. Sebagai contoh sikap kita menolak atau menerima penindasan, tidak butuh waktu yg akan menjawab apakah penindasan itu benar atau salah.

  6. Ya sayangnya aku sampai sekarang blm mendapatkan alasan logis dari pemerintah terhadap sikapnya tersebut

    Banyak alasan, aku kasih contoh saja adalah Iran sendiri tidak jujur dan sulit diajak bekerja sama. Siapa yang menjamin bahwa Iran tidak memiliki senjata nuklir? Mohammed El-Baradey (UAEA), seseorang yang memiliki kemampuan teknis dan kredibilitas moral yang sudah tidak diragukan saja tidak menjamin akan hal itu, kerena memang iran tidak mau terbuka dan berterus terang.

    dimana alasan logis itu bisa mengesampingkan rasa solidaritas, harga diri, apalagi perlawanan terhadap new imprealisme

    Ya gak bisa gitu donk…. Yang namanya sikap merupakan hasil dari buah pemikiran. Kalau SBY naekin harga BBM, jelas bertentangan dengan nilai2, karena bakal menyengsarakan rakyat banyak. Tapi masalahnya kan gak sesederhana itu, banyak parameter2 yang setelah dianalisa pada akhirnya menjadi sebuah kebijakan untuk menaikkan harga minyak.

    Kembali ke masalah solidaritas, harga diri dan perlawanan terhadap imperialisme, itupun juga banyak parameternya kalau kita bicara pada level langkah2 strategis dan taktis. Kalau bicara tentang nilai2 ya sudah pasti. Sehingga dengan demikian tidak layak kita memvonis bahwa kalau pemerintah menyetujui resolusi maka secara otomatis itu akan bertentangan dengan nilai2 solidaritas dll dll.

    Dan menurutku, benar atau salah bukan ‘urusan lain’, dimana waktu yang akan menjawab. Karena ini adalah soal sikap terhadap nilai-nilai.

    Maksud aku benar atau salah diatas bukan berada pada level prinsip tapi berada pada level taktis dan strategi. Kalau bicara tentang nilai2 sudah pastilah tidak ada salah, karena itu merupakan sudah harga mati untuk BENAR. Sementara kalau langkah2 taktis atas strategi bisa benar atau salah.

    Berbeda kalo kita bicara strategi atau langkah taktis, bisa dibuktikan benar atau salah kemudian.

    Nah yang jadi masalah sekarang adalah dengan menyetujui resolusi DK PBB terhadap Iran adalah merupakan sebuah ‘sikap’ atau strategi/langkah2 taktis?

    Rasanya itu dulu yang harus kamu jawab🙂

    Tapi aku tetap pada pendirian aku, dengan menyetujui resolusi DK PBB tidak berarti itu menyalahi nilai2. Karena itu adalah bagian dari strategi dan langkah2 taktis bagi Indonesia untuk mencoba bersikap yang terbaik di tengah kemelut tentang kasus nuklir Iran ini.

  7. *Gogon Surogon Mariogon
    Aku meilihat persoalan ini adalah bagian dari politik new imprealisme Amerika. Amerika menggunakan berbagai upaya untuk mengakumuluasi kapital dgn menguasai dan mengekploitasi sumber2 kekayaan alam di berbagai negara. Untuk negara2 yg lemah, Amerika menggnakan politik hegemoni melalui modal dan teknologi. seperti yg terjadi di Indonesia dgn Freeport atau Exon nya. Sedangkan untuk negara-negara yg tidak mau tunduk, Amerika tdk segan2 menggunakan cara2 kasar seperti perang.
    Irak adalah contoh yg nyata.

    PBB adalah alat yg digunakan Amerika untuk memuluskan agenda2 new imprealisme nya. Tragedi Irak benar2 bukti yg sulit diterima nilai-nilai kemanusiaan,bahkan kebinatangan sekalipun!. Dimana demi menguasai sumber2 kekayaan alam (dgn memanfaatkan isu senjata pemusnah massal) perang pun digelar. Membunuh ribuan rakyat, menghancurkan gedung2, rumah2 dan sekolah2 serta menyisakan kekerasan dan konfilik berkepanjangan. Skrg rumah-sakit2 penuh gak bisa melayani korban yg terus bertambah sedangkan obat dan tenaga medis kurang, ribuan pengungsi mengalir setiap hari, tidak ada lagi yg namanya rasa aman, orang2 irak jg saling bunuh, malah jg terhadap sesama mrk sendiri, Bangsa Irak telah kehilangan semuanya, termasuk perdamaian sesama mereka pun telah direbut. Sebuah peradaban manusia telah hancur-sehancurnya dan seluruh dunia seperti tak bisa berbuat apa2 melihat tingkah polah negara yg mengaku sbg polisi dunia itu.

    Sementara isu senjata pemusnah massal yg dulu dijadikan alasan untuk menyerang Irak, blm terbukti sampai detik ini!!

    Tapi Amerika santai aja mengatakan bhw data2 intelejen mereka dulu ternyata memang salah. Amerika nyantai aja krn memang bagi Amerika soal senjata itu gak penting. Yg penting minyak Irak sudah bisa dikuasai, pemerintah Irak bisa dikontrol, perusahaan2 multinasional bisa masuk, industri senjata Amerika yg nilainya milyaran dollar itu pun bisa jalan, tidak menjadi barang rongsokan di gudang2 militer Amerika. Selain itu aku dengar (maaf aku lupa sumbernya) bhwa biaya perang irak ternyata hanya 1/10 dibandingkan keuntungan nilai proyek rekonstruksi irak yg dpt mereka ambil. Itu diluar minyak.

    Sekrang, walaupun mulut mereka mereka masih berbusa dgn kebohongan dan tangan mereka masih berceceran darah rakyat Irak, namun Amerika dg arogannya merancang lg hal yg sama terhadap Iran. Sebelumnya jg terhadap Korut. Dengan cara yg sama. Isunya soal senjata dan pintu masuknya adalah resolusi DK PBB.

    Nah aku rasa kamu pasti sependapan dgn apa yg aku sampaikan di atas.

    Karena itu berdasarkan hal di atas maka kita gak perlu berdebat apakah nuklir Iran memang digunakan untuk kepentingan damai atau untuk senjata pemusnah. Kita jg gak perlu membahas tetek bengek apakah Ahamdinejad seorang yg jujur atau tidak. Karena bagiku grand design nya semua telah jelas dan nyata.

    Pemerintah Indonesia perlu menyatakan SIKAP politknya untuk menolak resolusi PBB tsb. Bahkan kalo berani lagi menuntut keadilan dan perlakuan yg sama, bhw jangankan soal senjata nuklir Iran yg blm terbukti itu, tapi semua senjata nuklir di dunia harus dimusnahkan, termasuk yg jelas2 dimiliki anggota tetap DK PBB itu sendiri, seperti Ingrgris, Prancis, Rusia, China, apalagi Amerika, (termasuk Israel).

    Ahhh..aku cuma berhayal…hehe🙂

    (ctt: Yg kumaksud ‘Amerika’ tentu bukan seluruh rakyat Amerika) (/div)

  8. Nah aku rasa kamu pasti sependapan dgn apa yg aku sampaikan di atas.

    SANGAAAT sependapat sekali…..🙂

    Tapi gak perlu orang sekaliber kamu untuk menjelaskan agar orang bisa paham akan semua kebiadaban ‘Amerika’. Langit dan bumi juga sudah tahu bahwa kiprah dan sepak terjang ‘Amerika’ di Irak memang sangat biadab. Artinya anak kecil pun bisa tahu dan paham kalau memang ‘Amerika’ itu biadab gak ketulungan…….

    Karena itu berdasarkan hal di atas maka kita gak perlu berdebat apakah nuklir Iran memang digunakan untuk kepentingan damai atau untuk senjata pemusnah. Kita jg gak perlu membahas tetek bengek apakah Ahamdinejad seorang yg jujur atau tidak. Karena bagiku grand design nya semua telah jelas dan nyata.

    Nah yang jadi permasalahan adalah (dan itu yang akan membedakan antara ‘kita’ yang ‘mantan’ mahasiswa dan ‘pernah merasa sebagai orang terdidik’ dengan orang kebanyakan dalam memandang kasus ini) yaitu bagaimana melihat permasalahan ini jadi bukan hanya sekedar sebuah grand disain atau bahkan tetek bengek yang seperti kamu paparkan diatas.

    Banyak variable-variable dan parameter-parameter yang nantinya itu akan menjadi pisau analisa dalam memandang kasus Nuklir Iran ini. Dan pada akhirnya itu semua akan mengkristal menjadi sebuah strategi yang bukan hanya menjadi sebuah sikap politik.

    Makanya seperti yang aku bilang, kalau kita hanya memandang peran Indonesia dengan menggunakan pisau analisa ‘SIKAP’ maka yang ada adalah kecaman. Padahal kalau kita telaah lebih jauh dengan menggunakan pisau analisa ‘STRATEGI’ mungkin pandangan kita akan lain. Sehingga masalahnya adalah menjadi bukan sesederhana sebuah sikap untuk menentang imperialisme seperti yang kamu paparkan, akan tetapi bisa jadi akan menjadi sebuah strategi Indonesia jangka panjang dalam berkontribusi aktif dalam perdamaian dunia.

    Kamu pasti bingung dengan penjelasan aku😀

    Tapi maksud aku gini… Berfikirlah sebagai seorang pemimpin, memandang semua permasalahan secara komprehensif. Pemimpin berfikir strategi, bukan hanya sikap. Sikap terhadap anti imperialisme adalah HARGA MATI. Karena harga mati, jadi gak usah diutak-atik lagi. Sehingga agar seorang pemimpin tidak terlihat bodoh dihadapan rakyatnya karena ngomongin sesuatu yang sudah pasti, maka dibutuhkan sebuah strategi. Dengan Strategi, sikap hanyalah menjadi sebagian dari variable-variable yang harus dimasukkan ditambah dengan variable-variable lain, kemudian disatukan.

    Semua penjelasanmu tentang kebiadaban ‘Amerika’ diatas bagus fa, teruslah berkarya…. Aku selalu menunggu tulisan2 kamu selanjutnya🙂

  9. Oh iya ada yang ketinggalan, baru inget barusan…..

    Kalau di perusahaan, sering ditemui karyawan yang kerjaannya sering ‘ngegoblok2in’ bossnya. “Boss saya goblok”, “Boss saya bloon”, “Boss saya stupid”, “Boss saya sadis gak ada otaknya”, “Boss saya asu jancuk gatheli banci …” dan lain sebagainya. Kayak yang paling bener dan paling pinter. Tapi nanti suatu saat kalau dia jadi boss, rasain deh…. bahwa sesungguhnya tidak sesederhana seperti yang dia bayangkan ketika masih menjadi karyawan.

    Jadi rakyat kecil itu enak, gampang, nothing to loose. Apalagi kalau urusan mengkritik dan ‘ngegoblok2in’ pemimpinnya. Paling jago…. Semua jadi serba halal. Tapi itulah yang membedakan antara rakyat dengan pemimpin. Dan mungkin itu yang membedakan antara SBY sama JALAL. Kalau SBY dikritik atau mungkin ‘digoblok2in’. Tapi kalau JALAL mengkritik atau ‘ngegoblok2in’. SBY itu presiden, JALAL itu rakyat kecil. Tapi hanya segitulah kemampuan si rakyat kecil itu.

    Aku ingin berbagi cerita bagi siapa saja, khususnya untuk kamu fa:

    Dalam sejarah Islam, suatu hari Sayiddina Ali ditanya oleh seorang pengikutnya (aku lupa namanya, kalau gak salah Muawiyah CMIIW). “Ya Amirul Mukminin, mengapa ketika zaman rasulullah umat Islam bersatu untuk berjuang menegakkan agama Allah? sementara di zaman sekarang kok sering bertengkar satu dengan yang lain?” Dijawab oleh Ali dengan sangat cerdas,”Ketika zaman rasulullah, para pengikutnya adalah orang2 seperti aku, sementara di zaman sekarang ketika aku jadi khalifah, pengikutku adalah orang2 seperti kamu….”

    Taat dan patuh kepada pemimpin yang adil itu adalah wajib. Tapi kalau ketemu pemimpin yang tiran dan biadab luar biasa, hukumnya juga wajib, tapi untuk digulingkan. Ada kemungkinan bangsa ini tidak pernah maju karena kita tidak pernah patuh kepada pemimpin. Kita tidak pernah percaya pada pemimpin dan Kita doyan nyalahin pemimpin. Karena dalam konteks pemerintahan yang ideal, tugas pemimpin adalah bersikap adil pada rakyatnya. Dan tugas rakyat adalah PATUH pada pemimpinnya.

    Saran aku, “Diskusi dan menulislah dengan cerdas dan elegan, eliminasi kata-kata yang memvonis dengan membabi buta. Suatu saat kita akan jadi pemimpin, minimal pemimpin dalam keluarga. Tentunya kita juga tidak ingin ‘digoblok2in’ dengan membabi buta. Untuk itulah kita dituntut untuk berfikir sebagai seorang pemimpin, bukan seorang rakyat kecil”

  10. Apa sekarang langkah kita bergerak demi kepentingan atau umat wallahualam, jika merasa selalu di manfaatkan maka apa jawab kita mungkin sebuah khalifah islamiah adalah solusinya, datang dan sukseskan kon khalifah internasional Istora Senanyan 12 agustus 2007

  11. menghujat orang bisa ya?
    emang kamu sudah melakukan apa untuk negeri ini,
    presiden terpilih oleh jutaan suara waktu pemilu,

    kalau kau lebih hebat,
    kenapa ga mencalonkan diri,
    kenapa ga terpilih?

    aku bukan simpatisan,
    aku cuma rakyat kecil yang ga suka menghujat orang kalau saya tidak bisa membuktikan lebih dari orang itu,,

    aku cuma mau katakan kalau kau punya suara sampaikan dengan demokratis dan jalannya,

  12. yandha
    aku masih neg ma tulisan loe yag ngatain presiden anjing, asu, dll,,
    ga menunjukkan ciri2 orang berpendidikan banget,
    tapi loe bisa megang keyboard
    mikirlah anak ANJING sebelum kamu menggonggong,

    MUNGKIN KAU YANG ANJING, MUNGKIN KAU GA LEBIH BAIK DARI ANJING

    pikir2 lahh

  13. hwahaha…itu memang sumpah serapah yang jujur untuk sby…
    sumpah serapah itu memang berlatarbelakang kemuakkan atas praktek pemerintahan n sby sebagai presiden..dan sumpah serapah tidak pernah membutuhkan pendidikan..hwehehehe
    menyumpahi seseorang adalah pekerjaan yang paling guamppaaannngggg!!! and i’m doin’ it rite now…
    sebentar..ntar disambung…diajak rapat..TAEKKKKKK!!!! hwehehe..MUALES RAPAT AKU!!!!
    see?emang guampang bersumpah serapah itu hwehehehe

  14. #Move

    Hari gene.., kita harus tinggilkan cara berpikir ala feodal. Dimana penguasa dianggap adalah sosok yang disanjung2, dipuja, dan tak tersentuh. Rakyat adalah mahkluk pasif yg nrimo karena merasai hanyalah hamba2 di hadapan para raja. Tinggalkan pikiran itu..

    Rakyat berhak bersuara karena dia adalah penguasa sesungguhnya negeri ini. Pejabat adalah pelayan masyarakat, ingat PELAYAN!!! pejabat harus melayani tuan2 rakyat. Jika tidak ingin dihujat, atau dikritik, apalagi melayani, tidak usah jadi presiden atau pejabat!

    Sekali lagi, logikanya harus dibalik bos, bukan ‘tanyakan apa yang telah anda berikan buat negeri ini” tapi tanyakan ‘ apa saja hak rakyat yg tidak diberikan atau malah dirampas oleh penguasa negeri ini? atau ‘apakah pejabat2 ini telah melayani tuan2nya dengan baik?”

    Jika anda ingin membela presiden pilihan anda silahkan saja, tapi sangat tidak adil jika kepada orang2 yg protes lantas diajukan pertanyaan “kenapa tidak kamu saja yang jadi presiden”

    Coba tanyakan pertanyaan itu kepada rakyat2 miskin yang prostes karena harus antri beras dan minyak goreng…

    ‘Jika kalian protes,.kenapa bukan kalian saja yg jadi presiden atau menteri per-beras-an dan perminyak gorengan?”

  15. # Gogon Surogon Mariogon

    Untuk cara pandang yang sama makanya aku jg tidak sependapat denganmu. Aku tidak berpikir bhw presiden atau pejabat adalah boss kita. Karena itu perumpaman bhw ‘kita sering memaki2 boss kita karena merasa lebih pinter’, adalah tidak relevan. Presiden atau pejabat bukanlah boss, dan belum tentu jg pemimpin

    Jika diibaratkan perusahaan, maka presiden adalah direktur perusahaan, yang direkrut dan digaji oleh pemegang saham untuk mencapai keinginan para pemegang saham. Direktur harus patuh menuruti apa mau pemegang saham,karena yang punya perusahaan adalah pemegang saham dan dia digaji oleh para pemegang saham dengan kekayaan yg dimiliki perusahaan untuk menjalankan tugasnya. Dan rakyat adalah para pemegang saham negari ini. Presiden sebagai direktur harus patuh kepada rakyat sebagai pemegang saham.

    Karena itu menurutku,sekali lagi, perlu rekontrunksi cara pandang. Bukan seperti yg kamu sebutkan ” Untuk itulah kita dituntut untuk berfikir sebagai seorang pemimpin, bukan seorang rakyat kecil” Tetapi bagiku justru sebaliknya, presiden dan para pejabat, harus berpkirk bahwa dia hanyalah karyawan yg digaji dan harus patuh kepada pemilik perusahaan (rakyat), bukan berpikir sebagai sebagai pemimpin atau penguasa . Rakyat jg harus berpikir sebagai pemilik atau pemegang saham negara ini, bukan berpikir sebagai anak buah para boss.

    Aku jg tidak berpikir bahwa negara ini sama dengan keluarga, dimana para pemimpinnya adalah sama dengan orang tua di dalam keluarga.

    Suharto dan orde baru yg mempraktekkan asas kekeluargaan. Makanya kekayaan negara ini dia kuras dan dia atur sesukannya, karena merasa milik keluarga, ha ha ha

  16. “ngomentari komentarnya si -move- ah”….

    halah..halah..kayaknya si move ini ngefans bgt ya sama SBY, sampe bela-belain menganjing2kan kembali kepada yang telah menganjingkan SBY….padahal dinegara indonesia ini..jutaan orang yang sudah menanjing2kan SBY, waaaahhhh bisa jontor tu bibir kalo si move ini harus balesin atu-atu omongan anjing buat SBY…hehehehehe…
    kasian ya si move ini…kita kasih obat apa yaa biar bibirnya baikan habis membalas ucapan anjing2 tadi..

    apa kita bantu doa aja..yuuuuuuk!!!!hehehe

  17. Aq….tdk milih SBY. Tapi dalam hal ini, aq (org awam)..tidak suka dngn cara caci maki seperti yg dilakukan diatas. Bagiku, SBY melakukan kebijakan seperti itu pasti ada dasarnya. Dia pasti tahu kalo rkyt Indonesia bakalan tidak setuju dgn keptusan yg diamblinya. Tapi, sekali lagi…pasti ada landasannya!!!!
    Dan aq percaya, kalo sipenghujat menjadi presiden…tdk akan selalu membela rakyat kecil. Kalo sekarang bisa menghujat, itu tak lebih dari sikaf mental yg sangat rendah. sanagat rendah sekali…..
    Yang aku titik beratkan adalah…sikap menghujatnya. Bukan sikap SBY

  18. move ini sama kaya dexlon ya?
    kasih nama jelas dunks..disini terbuka kok. ga perlu jadi pengecut untuk mengkritik yang lain.
    kalau anda menitik beratkan pada sikap menghujatnya, fine. tapi jangan menghujat balik. sama aja boong. argumen anda jadi omong kosong semuanya
    sepakat semua ada dasarnya, kebijakan sby pasti ada landasannya.
    dan sama..saya menghujat pun pasti ada alasannya.
    enteng sih enteng, tapi saya juga mikir kok kalo menghujat. minimal kata apa yang enak diucapkan. jancuk kah? asu kah? celeng kah? bajingan kah? hehe..namanya juga menghujat.
    bukan permasalahan kalo si penghujat menjadi presiden atau presiden menjadi penghujat, tapi permasalahan bahwa sby sekarang menjadi presiden.
    si presiden yang saya hujat, karena dia tidak berlaku sebagai seorang presiden yang melayani dan membela rakyatnya.
    kalau anda butuh alasan saya menghujat, message me, terlalu buanyak alasannya untuk dicantumkan disini..saya ada terus kok. tapi minimal tunjukkan batang hidung anda. jangan jadi pengecut, ok?
    oiya, satu lagi
    yang anda titik beratkan pada sikap menghujatnya kan..bukan sikap sby?
    nah..bagi saya sikap sby itu yang patut untuk dihujat memang hwehe..

  19. Lha, pejabat itu kan memang pelayan rakyat. Jadi kalo sang pelayan dianggap tidak bener, maka rakyat sebagai bos para pejabat pun berhak kan untuk menghujat? Kenapa pantas dihujat? Ya karena mereka-mereka itu dipilih untuk menjadi pelayan tidak dengan sembarangan, tapi lewat proses yang panjang. Seharusnya bersyukurlah kalo masih ada yang mau menghujat, itu tandanya kita masih sayang (sama Indonesia). Hwehehe…!!!!!
    Kalo memang setiap keputusan punya landasan, ya itu adalah suatu keharusan. Ga mungkin to para pejabat bikin keputusan ngawur. Masak pelayan berani2 bikin keputusan ngawur?

  20. Yandha@@@@ saya DEXLON= Kucitbali… karena sesuatu dan lain hal, saya tdk bisa log in pake ID “DEXLON” lagi….

    Yanda@@@ sekali lagi saya tegaskan disini, yg saya titikberatkan adalah cara2 menghujatnya. Bukan masalah apa yg sudah dilakukan oleh SBY sebagai seorang Presiden. Moral org Indonesia memang seperti inikah? ada anjing, babi dsb…apakah anda yg menghujat adalah manusia super? Saya mengerti bahwasanya SBY bisa menjadi Presiden karena dianggap mampu membawa bangsa ini ke arah yg lebih baik. Tapi ingat, SBY bukan malaikat atopun dewa penyelamat. Hanya dgn sim salabim…semua bisa berubah. Beliau juga manusia, yg memiliki keterbatasan. ANda berharap terlalu berlebihan.

    aNDA menyuruh saya menunjukan batang hidung saya…???
    ok…apakah anda berani menunjukan batang hidung anda jugah..??? kalo memang anda jantan… anda dulu yg menunjukan batang hiodung..itu abru ksatria namanya.

    Tapi paling tidak..akan saya perkenalkan diri saya lebih dulu, walo tdk lengkap.
    Saya Made Sudiasa,
    Dari Bali..asal asli dari Karangasem kecamatan Kubu, dusun Muntig…
    Umur 33 tahun…sudah berkeluarga..pekerjaan pengemis..

    ymku: lon_dex@yahoo.co.id

  21. yang punya blog = BABI alias CELENG…
    sok keminter… padahal GOBLOK,

    piss…

  22. Terbukti SBY masegh dicintai oleh rakyat Indonesia…

  23. Menurut aku sih SBY bukan pengecut cuman, bangsa kita ini banyaklah yang tidak bisa kesampaian kaya SBY sehingga bisanya Nonton dan biasanya orang nonton itu pintar menyalahkan dan menganggapnya komentarnya yang paling benar, kalau menurut saya sebenarnya sing pengecut kita yang menghujat berame-rame sehingga merusak seluruh yang ada baik tatanan kenegaraan, adat istiadat, sarana prasarana yang ada yang akhirnya dapat merusak tatanan kehidupan bangsa ini.
    Saya menganggap sby dengan membuat kebijakan sudah difikirkan dengan penuh pertimbangan yang sangat matang dalam rangka mensejahterakan bangsa ini kalaupun toh itu tidak pas sesuai di hati semua bangsa Indonesia ini ya wajar aja karena SBY ya sama seperti kita juga yaitu manusia bukan Malaikat wajar kalau di dalam mengemban amanah bangsa ini tidak sepenuhnya benar.
    Saya rasa siapapun nanti yang jadi penguasa di Bumi Indonesia yang tercinta ini pasti ada badai-badai yang akan memporak-pandakan tampuk kekuasaan yang sedang diembannya , karena dalam pepatah rambut sama hitam tapi hati siapa yang tahu serta kodrat manusia itu adalah tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya.
    Menurut saya apapun yang terjadi karena apa kata orang SBY pengecut dan apalah, Bapak tak usah gentar karena banyak masyarakat yang memilih dengan iklas dan lanjutkan memperjuangkan bangsa ini dengan cita-cita yang suci dan iklas, dan mudah-mudahan melanjutkan pemberantasan para Koruptor baik di Pusat maupun di Daerah, karena wereng-wereng penghisap darah Rakyat sudah meraja lela sapai di Lower Managemen sejak dicanangkan OTONOMI DAERAH karena munculnya Raja-raja kecil. Demikian komentar aku mudah-mudahan dapat menjadikan introfeksi diri baik yang suka menghujat dan sedang dihujat, Trim’s.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s